Tampilkan postingan dengan label saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saya. Tampilkan semua postingan

Word Of The Year: Do

12 Jan 2016


Miss Dara's Word Of The Year: Do
Hampir setiap awal tahun, saya selalu membuat resolusi. Dari mulai yang simpel (resolusi 2010: pakai jilbab non-instan setiap hari), sampai yang menghabiskan sekitar tiga halaman notebook. Tapi, berapa banyak sih resolusi yang akhirnya tercapai? Mungkin cuma sekitar 10-20%, sisanya menguap di trimester kedua. Hehehe...

Setelah saya perhatikan, ternyata bukan cuma saya saja lho yang suka lupa sama resolusi tahun baru. Oleh karena itu, sekarang mulai berkembang tren untuk menendang resolusi ribet jauh-jauh dan menentukan satu kata saja untuk menjadi pedoman hidup sepanjang tahun. Ya, cukup satu kata tapi memiliki makna dan juga do-able, tentunya. Para blogger di luar sana ramai-ramai mengumumkan word of the year-nya masing-masing. Punya saya tahun ini sangat simpel, yaitu:
Do.

Do. Lakukan.

Tahun ini saya gak mau lagi coba-coba, gak mau lagi muluk-muluk. Pokoknya tahun ini saya akan melakukan. Mau mulai hidup sehat? Lakukan. Mau mulai rajin nabung? Lakukan. Mau mulai bisnis baru? Lakukan.

Lakukan. Demi tahun yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Bismillah!

Dara | Bloglovin' | Instagram | Twitter | Facebook

Menularkan Galau (7)

2 Nov 2012

Kalo kamu kenal cewek ini:


atau ini:


kemungkinan besar kamu gak akan kenal cewek ini:


Karna cewek di foto 1 dan foto 2 itu:

  • tegas
  • straight to the point
  • very short tempered
Sedangkan cewek di foto terakhir itu:
  • plin plan
  • sibuk ngomong sendiri dalam hati
  • overthinking dan overanalysing
  • kalo marah/gak suka jarang bilang langsung

Menularkan Galau (6)

21 Sep 2012

Saya sudah tidak ingat kapan terakhir kali saya berlari pulang sambil menangis. SD, sepertinya. Entah sejak kapan di rumah saya ada semacam peraturan tidak tertulis bagi saya untuk tidak menunjukkan emosi: sedih, marah, kecewa. Saya tidak boleh mengeluarkan air mata di rumah. Bagi orang tua saya, mata yang bengkak dan sembab akibat menangis semalaman adalah aib. Mungkin maksud mereka baik: kadang menangis memang bukan jalan keluar yang baik.

Tapi karena alasan itulah saya selalu merasa bahwa my house is not my home.

Menularkan Galau (3)

6 Agu 2012

Dalam setiap kompetisi, ada yang kalah dan ada yang menang. Hidup ini sebenarnya sebuah kompetisi besar tentang siapa yang bisa lebih unggul dari yang lainnya dalam berbagai hal: sperma mana yang duluan sampai di sel telur, siapa saja yang diterima di sekolah favorit, siapa saja yang lolos SNMPTN dan tes CPNS, karyawan yang mana yang dapat promosi, capres mana yang berhasil menang pemilu, manusia mana yang bisa masuk surga, dan lain sebagainya.

Juri kompetisi tidak selalu adil. Kadang ada saja yang berat sebelah. Kadang ada saja yang memihak kelompok tertentu. Kadang pula, walaupun jarang terjadi, ada yang tidak bisa menentukan pemenang sama sekali.

Tapi dalam setiap kompetisi harus ada yang kalah dan ada yang menang.

Mengalah untuk kalah bukan sifat saya. Jika saya merasa pantas menang, saya akan bersikukuh untuk menang. Tapi di sini, di titik ini, ketika semua rasa bersalah dan penyesalan semakin menyesakkan dada, mengalah mungkin satu-satunya cara.

Tidak. Ini bukan mengalah. Ini menyerah kalah.

Saya menyerah.

Saya saja yang kalah.

15 Hal yang Saya Pelajari dari KKN Sejauh Ini

25 Jul 2012


1) Bandung-Garut itu deket, andai jalan Leunyi-Ekek-Calengka gak sepanjang itu.
2) Homesick gak akan bisa diilangin dengan cara pulang. No.
3) Gak betah itu gak selalu berkaitan sama homesick.
4) Jangan mau diperdaya warga. Jangan takut untuk bilang "Tidak!"
5) Antara cowok-cewek yang tinggal seatap selama beberapa minggu pasti bakal muncul chemistry, tapi gak selalu CINTA.
6) Karna hal tersebut di atas, jangan gampang geer sama perhatian yang dikasih sama temen sekelompok.
7) Jadi antisosial, pasif, dan apatis itu ada untungnya. Kesempatan untuk dikeceng sama pemuda setempat jadi lebih kecil.
8) Trust me. Dikeceng pemuda setempat itu gak enak banget. Mau ngejutekin (kayak kalo dikecengin orang kota) bisi diapa-apain, dicegat di jalan atau naon lah... Mau nanggepin, bisi dikira ngasih harapan.
9) Jangan percaya sama omongan orang "Jangan menghitung hari, nanti makin kerasa lamanya." If you think it can help, just do it.
10) Mandi air dingin (mendekati titik beku) bisa bikin jerawat berkurang. Eh teuing ketang...
11) It's okay to escape. Bilangnya mau ke downtown Garut, taunya ke Bandung. Hahaaa...
12) Jujur itu bagus. Tapi harus liat sikon juga sih.
13) Just don't do what you don't want to do.
14) Jangan, jangan, JANGAN ngomongin temen sekelompok yang ganteng pas dia lagi tidur di ruangan yang sama ama kamu. MUNGKIN dia sebenernya belum tidur dan masih smsan. MUNGKIN dia bisa denger SEMUA yang kamu omongin.
15) Dan kalo kamu udah ketauan ngomongin dia, JANGAN diulang walau dalam kamar mandi sekalipun. MUNGKIN dia lagi duduk depan kamar mandi. MUNGKIN dia bisa denger SEMUA yang kamu omongin.

menularkan galau (2)

20 Jan 2012



Waktu SMA dulu, saya sama temen-temen punya semacam "markas". Tiap istirahat, kami ke kantin beli mi ayam atau batagor, terus makannya di depan ruang multimedia yang ada di lantai atas dari lab bahasa. Pokoknya mah tiap istirahat, kita yang ngisi. Gak ada pihak lain yang nangkring di situ selain kita.

Pas ujian nasional dan ingar bingar keriweuhannya selesai, saya sama temen-temen jadi jarang ke sekolah. Dan ketika pada suatu hari kami memutuskan untuk ketemu di sekolah, apa yang kemudian kami temukan? Ada adik kelas yang nangkring di "markas" kami!

Kami gak bisa ngapa-ngapain sih... Lha wong itu gedung sekolahan. Ya semua siswa boleh make dong?

Tapi tetep aja sedih. Tempat yang biasanya jadi tempat kita berteduh, tiba-tiba diisi sama orang asing dan kita jadi gak bisa ikut diem di situ gara-gara obrolan dan "inside joke"-nya beda. (Si adik kelas jelas gak akan ngerti kenapa kami ketawa-ketawa sambil teriak "Dor! Dor! Dor! Lalala...")

Dan sekarang perasaan semacam itu terulang. Tapi dalam hal yang berbeda. Saya sedih...

menularkan galau (1)

26 Des 2011


Hai! Saya lagi begadang: mata memandang layar laptop berisi grup FB, bibir menyesap susu HiLo Soleha, dan kuping ngedengerin Ocean's Thirteen yang lagi diputer di TransTV. Multitasking to the max, tapi tetep aja gak sambil ngerjain mini research Intercom. Atau modul ESP. Atau tugas Evapem.

Meureun banyak yang bakal nyebut saya lebay kalo saya bilang itu tiga tugas akhir semester belum saya kerjain gara-gara saya fokus ke ABS. Lha wong anak-anak seangkatan juga ngurusin ABS tapi masih bisa tetep ngegawein jurnal Semiotics kok...

Tetapi sesungguhnya memang itulah yang terjadi.

Kunaon? Teuing.

Tiap saya mikirin "Ah dem, mini research! Ah sial, modul! Ah kumaha atuh final project?" pasti si gugunungan di poster ABS (yang bisa dilihat di sini) itu nongol di pikiran saya. Kemudian saya ke-distract. Kemudian saya menunda lagi ngerjain tugas-tugas itu. Ada apa dengan saya??? (Ini saya serius nanya.)

Hari ini H-2. Dan dalam waktu kurang dari 30 menit bakal berubah jadi H-1. Bulan kemaren, acara ini masih mengawang-awang. Teuing rek siga kumaha. Ngonsep sana, ngonsep sini. Ada yang protes, ada yang dukung. Rarieut pokokna mah. Sampe ngebikin saya kabur naek kereta sendirian ke Jakarta.

Kemudian reda. Kemudian kita saling ngedukung. Kemudian kita satu.

Tapi H-2 ini lagi-lagi grup rame. Riweuh. Reunceum ku notifications. Demi kepiting-kepiting di laut, saya pengen kabur lagi. Naek kereta lagi. Ke Jakarta lagi. Tapi udah gak ada waktu. Sedih ih.

Segala sesuatu itu butuh pengorbanan kan? Sebelum ngeliat ke atas, gimana kalo kita ngeliat ke bawah dulu? Seberapa jauh pengorbanan yang udah kita kasih buat acara ini? Kalo menurut kamu pengorbanan kamu masih belum cukup, sekaranglah saatnya untuk melunasinya. Kalo kamu ngerasa pengorbanan kamu udah gila-gilaan, kenapa sekarang kamu harus ngerem? Sekalian aja sampe titik pengorbanan penghabisan! (Naon lah...)

Ih lebay pisan si Putdar teh. Tapi bae lah. Galau itu harus ditularkan.

halo!

21 Okt 2011


Nama saya Putdar dan saya cewek. (Banyak yang nyangka kalo 'putdar' itu singkatan dari 'Putra Darmawan', tapi saya mau menegaskan kalo itu SALAH BESAR.) Saya mahasiswi tingkat 3 di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Insya Allah dua tahun yang akan datang saya bakal dapet gelar S.Pd., tapi obsesi dan cita-cita saya tetap menjadi seorang ibu rumah tangga. Biarin aja guru mah jadi kerja sambilan.

Obsesi saya yang lain adalah GAJAH. Ya, mamalia terbesar di daratan. Karna itulah blog ini saya namain 'gadjah tjoeloen'. Blog ini insya Allah bakal jadi tempat saya muntah... Muntah pelangi dan berlian. Selamat menikmati! :D